Gimana bikin selai nanas untuk kue nastar?

Resep selai nanas ini saya dapat dari tetangga rumah saya yang asli orang bangka. Namanya A mo, ya..dia turunan chinese, ibunya asli chinese n bapaknya orang flores. Saya banyak belajar bikin kue darinya. Saya tanya ke dia, kenapa kebanyakan perempuan bangka pintar bikin kue? Dia jawab dengan jujur:” Karena kami bukan orang sekolahan tante bek (panggilan sayang tetangga2 ke saya 🙂 ), jadi harus pintar di bidang lain (masak memasak).” Hmmm, salut!

Jadi resep ini saya dapat 3 tahun yang lalu. Tidak adatakaran tertentu, dengan kata lain komposisi bahan tidak memakai aturan baku.

Jadi bahannya: Nanas (jangan terlalu matang), gula, garam dan kayu manis.

Cara membuat:

  • Nanas dikupas (kalo suka dengan kulitnya silahkan hehehe….bercanda ya), lalu diparut. Setelah diparut kan banyak tuh cairannya, ada yang bilang diperas alias dibuang airnya. Tapi kata orang bangka itu, jangan dibuang airnya, karena aromanya akan berkurang, rasanya juga menjadi kurang mantap.
  • Kemudian parutan nanas tersebut direbus di wajan, tambahkan kayu manis hingga mengental.
  • Masukkan gula sesuai selera, kalo kurang manis ya tambah lagi gulanya. Kalo terlalu manis? Wah ini yang susah ngurangin gulanya, gimana mau dikurangin la wong sudah nyampur. Mendingan untuk mencegah supaya tidak kelebihan gula, tambahkan sedikit demi sedikit sampai sesuai yang diinginkan. Lalu tambahkan garam sedikit saja. Garam fungsinya untuk pemantap rasa saja. Karena saya pernah kelupaan ngasih garam. Begitu jadi kuenya…kok rasanya ada yang kurang…? Ternyata waktu bikin selai nanasnya, lupa masukin garam.
  • Kalo temen2 pengen lebih segar lagi selai nanasnya, bisa ditambahkan air jeruk lemon. Pasti mantap!

Selamat mencoba! 🙂

Iklan

Gimana bikin Lidah Kucing?

Beberapa waktu lalu ada yang bertanya tentang lidah kucing. Ada resepnya disini dan disini. Pengalaman bikin lidah kucing, alhamdulillah belum pernah gagal dan moga2 tidak gagal selamanya. Umumnya semua resep lidah kucing punya bahan dasar yang sama, tepung terigu, mentega, putih telur dan gula pasir (sebaiknya yang halus). Kalo dengan bahasa jawa medhok, sak mleset-mlesete bikin lidah kucing pakai cara apapun, mestinya tetep akan jadi kue kering dengan bentuk lidah kucing. Itu pengalaman saya sih.:)

Jadi saya pernah bikin memakai dua versi:

  1. Mentega dicairkan dulu. Ditempat lain putih telur dan gula dikocok sampai kental lalu ditambahkan terigu, yang terakhir baru dimasukkan mentega cair. Selesai. Adonan siap disemprot di loyang lidah kucing dan di panggang.
  2. Versi ke-2 ini yang sering dipakai pada umumnya. Sekarang saya juga memakai versi yang ini. Jadi mentega dan gula dikocok dulu sampai kental. Di wadah lain putih telur dikocok sampai mengembang dan kaku. Lalu kocokan mentega dan gula tadi ditambahkan terigu, aduk rata. Terakhir, masukkan putih telur, aduk rata. Adonan siap diberi perlakuan berikutnya.

Hasil kue dari 2 versi tersebut berbeda. Versi kedua teksturnya lebih halus dibandingkan yang pertama. Tapi keduanya sama2 renyah. Selamat mencoba! 🙂

Tips: Supaya kue gampang lepas dari loyang setelah dipanggang, sebaiknya loyang lidah kucing diberi kertas roti/kertas minyak, lalu oles dengan mentega/margarin.

I’m back!

Sudah lama banget gak posting di blog resep ini. Seperti yg pernah saya tulis di sini, ternyata waktu 4 bulan gak cukup untuk menyelesaikan target, ngurus blog2 yg diperuntukkan untuk cari duit hehehehe……Tapi alhamdullillah sudah ada hasilnya kerja keras selama 4 bulan tersebut, semoga target tahun depan US$ sekian digit tercapai, amiiiinnn, doain ya mas2 dan mbak2. 🙂

Walaupun telat, saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yg muslim. Dan bentar lagi kita udah mau lebaran. Saya liat banyak sekali yang nyari resep kue kering. Pengunjung yang biasanya berkisar 2000-3000, bisa nyampe 6500-an. Weleh..weleh..semua kok mau bikin kue kering, termasuk saya :). BTW, thanks ya mau berkunjung ke blog ini. Insya Allah mulai hari ini bisa mengelola blog ini lagi, walaupun mungkin gak bisa seaktif sebelumnya.

Untuk para komentator, saya minta maaf yang sebesar2nya kalo selama ini tidak menyapa balik. Tapi saya gak terlalu merasa nyuekin, soalnya kan dah minta ijin untuk absen selama 4 bulan. Dan akan saya jawab semampu saya setelah ini. OK? So jangan ngambek ya untuk tidak mengunjungi blog ini lagi hehehe…

Oh ya barusan saya baca blog tetangga, cukup inspiratif untuk siapa saja yang mau berbisnis di bidang kuliner. Jadi buat mas2 dan mbak2 yang mau mulai bisnis makanan, bisa belajar pada si empunya blog, kalo gak salah namanya m’Desy. Dan untuk m’Desy sendiri saya minta maaf tanpa perkenalan langsung me-review blognya hahaha….Ga papa to mbak Desy?

OK, terima kasih untuk semua pengunjung resepbunda dan sekali lagi saya minta maaf.

Salam hangat